Langsung ke konten utama

Developmental Delayed

Apakah yang dimaksud dengan developmental delayed(DD)?

Di acara BJLD grup Matrikulasi batch 5 kemarin saya mendapat pertanyaan tentang apakah DD itu?
Berikut ini jawaban saya...

Satu tahun yang lalu Hani secara intensif saya bawa ke dokter specialis Rehab Medik dan terapis wicara, disana baru saya ketahui bahwa Hani adalah penderita DD. Setelah saya googling dan mencari berbagai sumber literatur, akhirnya saya menyimpulkan bahwa DD adalah keterlambatan yang mencakup lebih dari satu ranah tumbuh kembang.

Hani yang dahulu saya kira hanya mengalami speech delay (keterlambatan wicara) ternyata juga mengalami keterlambatan pada motorik halusnya sehingga harus melakukan terapi okupasi.

Setelah beberapa kali mengikuti sesi okupasi terapi saya dan suami saya lebih memilih memberikan terapi okupasi untuk Hani dirumah saja. Saya membelikan Hani berbagai mainan edukatif seperti yang diperagakan oleh para terapis wicara maupun terapis okupasi.

Alhamdulillah ketrampilan motorik halus Hani sekarang sudah mulai berkembang meskipun masih belum bisa menyalin huruf-huruf yang saya contohkan.

Bagi saya kemampuan Hani dalam menulis tidaklah perlu dipaksakan, asal setiap hari dipaparkan dengan berbagai macam buku dan dongeng, maka kemampuan story telling maupun kemampuan membaca Hani insyaAllah bisa berkembang dengan sendirinya.

Keterlambatan tumbuh kembang Hani merupakan ujian bagi saya dan suami, diagnosis dari hasil lab yang menyebutkan bahwa Hani pernah positif terkena CMV ig.g tahun kemarin benar-benar menyadarkan kami bahwa Virus yang berparasit dalam tubuh Hani bukanlah virus biasa.

Terlepas dari itu semua, kami hanya bisa berdoa dan berusaha agar imunitas Hani tetap terjaga, meski mungkin ada beberapa ujian lagi yang akan menghadang kami ke depannya. Kami akan tetap selalu berpikir optimis, karena produk Allah TIDAK ADA yang GAGAL.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...