Langsung ke konten utama

DAY #12

Nabi Musa serta Orang Kaya yang Bersyukur

Pada zaman dahulu ada seseorang yang hidupnya sangat miskin. Dia mendatangi Nabi Musa Alaihi Salam dan meminta didoakan supaya menjadi orang kaya.

" Wahai Nabi Musa, hidupku sangatlah miskin. Mintakanlah kepada Allah agar aku bisa menjadi orang kaya" kata si miskin tersebut.
" Jika engkau ingin menjadi orang kaya, perbanyaklah bersyukur..." jawab Nabi Musa Alaihi Salam.

" Bagaimana mungkin aku bisa bersyukur, hidupku sangatlah miskin." kata si miskin sambil menggerutu lalu segera pulang ke tempat tinggalnya di lereng gunung.

Tak berapa lama datanglah si kaya menemui Nabi Musa dan minta didoakan supaya menjadi orang miskin.

" Wahai Nabi Musa, doakanlah aku agar aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi orang miskin" kata si kaya dengan sungguh-sungguh.

" Jika engkau ingin menjadi miskin maka janganlah bersyukur" kata Nabi Musa Alaihi Salam.
" Bagaimana mungkin aku tidak bersyukur wahai Nabi Musa, Allah memberiku kenikmatan begitu banyak..." kata si kaya.

Hari berganti, bulanpun berlalu..
Setelah beberapa tahun...
Si miskin semakin bertambah miskin sebab tak pernah mau bersyukur dan si kaya semakin bertambah harta kekayaannya sebab selalu bersyukur.

Pesan dari dongeng: Jadilah anak yang selalu bersyukur agar selalu ditambah kebikmatannya oleh Allah.

Sebagaimana kutipan Q.S Ibrohim ayat 7 yang berbunyi:
La'in syakartum la aziidannakum wa la'in kafartum innaa 'adzaaballahi lasyadiid.
Artinya: Niscaya jika kamu sekalian bersyukur maka akan Kutambahkan nikmatKu. Dan jika kamu sekalian kufur ( tidak mau bersyukur ), maka sesungguhnya adzab Allah sangatlah pedih.

#30DEM
#30DayEmakMendongeng
#Day12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...