Langsung ke konten utama

DAY #7

   Taman Bunga

Tema: Aku Cinta Allah

Hari ini Kak Hani dan Quinsa pergi ke taman bunga. Disana ada beraneka-ragam bunga. Ada bunga mawar, melati, anggrek, aster, pancawarna, tulip, dan masih banyak lagi. Ada kuntum bunga yang masih kuncup, ada pula yang mekar sempurna.

" Subhanallaah, bunga mawarnya indah sekali, wangi pula" kata ibu sambil mencium bunga mawar berwarna merah muda yang sedang merekah.
Kemudian Kak Hani bertanya"Kenapa ibu mengucapkan subhanallah?". Ibu menjawab" Karena Allah yang maha suci telah menciptakan bunga-bunga yang begitu indah".

Tiba-tiba balon gas Quinsa terbang,
"Masya'allaah, kata ayah.."
"Ayah...! Amal sholih ambilkan balon Quinsa" kata Quinsa.

Kak Hani ikut mengejar balon yang terus terbang tertiup angin. Tiba-ada Kak Hani tersandung batu.
"Inna lillahi wa'inna ilaihi roji'uun..." kata ibu.

"Aduh...! Kakiku sakit bu" kata Kak Hani. "Sini ibu balut pakai plester Kak" kata ibu.
" Iya ibu, jazakillahu khoir bu.." kata Kak Hani.
" Wa iyyaki nak" jawab ibu.

"Astaghfirullah, kita belum memberi makan Pupus di rumah" kata ibu.
" Oiya bu, kasihan nanti Pupus kelaparan di rumah sendirian" kata Kak Hani.

Hari pun beranjak sore, mereka berempat berencana untuk segera pulang. Quinsa berkata " Ayah, Ibu, minggu depan kita ke sini lagi ya.."
" Insyaallah ya nak" kata ayah.
" Loh, kok insyaallah sih yah?" tanya Quinsa.
" Nak, kita hanya bisa berencana...
Sementara rencana kita tak akan terwujud jika Allah tidak menghendaki...
Makanya ayah mengatakan insyaallah"

Merekapun berempat pulang dengan hati gembira.

Pesan moral: Jika kita mencintai Allah, biasakanlah mengucapkan kalimat thayyibah agar kita selalu mengingat kekuasaan Allah.

#30DEM
#30DayEmakMendongeng
#Day7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...