Langsung ke konten utama

DAY #14

  Bermain Petak Umpet

Hani dan Quinsa sangat senang jika melihat gadget di tangan saya. Setiap mereka melihat saya memegang gadged, pasti akan mereka minta untuk melihat video-video edukatif maupun games edukatif.

Maka saya akan segera menyembunyikan gadged saya ketika mereka datang dan hari ini saya menggantikannya dengan sebuah dongeng bertema permainan tradisional.

Begini dongengnya...

Pada suatu hari..
Ada seorang anak perempuan berumur 7 tahun bernama Hani Libya Alkaysa. Teman-temannya biasa memanggilnya dengan sebutan Hani.

Hani mempunyai seorang adik perempuan bernama Quinsa. Quinsa baru berumur 3 tahun 10 bulan tetapi sudah bisa diajak bermain bersama dengan teman-teman Kak Hani yang umurnya rata-rata di atas Quinsa.

Sore itu, Hani dan Quinsa pulang dari TPQ. Mereka langsung pulang ke rumah. Namun sebelum mereka berganti pakaian, teman-teman mereka sudah mendatanginya dan mengajak mereka untuk bermain petak umpet bersama.

Selain bermain petak umpet, mereka juga bermain patahan, cublak-cublak suweng dan lompat tali. Kadang ada di antara mereka yang terjatuh, lalu ada yang datang menolong, kemudian mereka bermain lagi.

Merekapun bermain dengan gembira, tawa mereka terdengar membahagiakan. Tubuh mereka sehat karena banyak bergerak.

Karena Kak Hani dan Quinsa mau bermain dengan permainan tradisional, maka Umma memberikan mereka hadiah tas bergambar kartun Frozen.

" Hore...!!! Trimakasih Umma, jazakillahu khoiro ma..." kata Hani dan Quinsa.

Akhirnya merekapun lebih menyukai bermain dengan permainan tradisional daripada bermain gadget. Karena anak-anak yang lebih menyukai permainan tradisional akan memiliki tubuh yang lebih sehat daripada anak-anak yang hanya bermain dengan gadget dan menonton televisi.

#30DEM
#30DayEmakMendongeng
#Day14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...