Langsung ke konten utama

DAY #28

Pelangi Sore itu

Pada suatu sore Hani dan Quinsa telah selesai dari belajar belajar di TPQ Bustanul Barokah.

Mereka bermain riang bersama teman-teman. Ada Rara, Belva, Velin, Valen, Igan, Byan dan Aya. Mereka bermain petak umpet dan kemudian setelah bosan mereka bermain dengan permainan kucing-kucingan membentuk sebuah lingkaran besar.

Langit yang baru saja dibasahi rintik hujan gerimis di sore itu berubah menjadi terang karena matahari menyembul lagi dari balik awan.

Pelangi yang indah muncul dari ufuk barat. Mereka bersorak kegirangan...

"Lihat!!! Teman-teman, ada pelangi di atas sana" kata Hani sambil menunjukkan telunjuknya ke langit.

"Hore!!! Ada pelangi!!! Ada pelangi..." kata anak-anak yang lainnya. Sebagian anak ada yang berlari pulang ke rumah dan mengambil gadget untuk mengabadikan moment itu ke dalam kamera.

"Eh, pelanginya kok banyak sekali warnanya ya kak, itu warna apa saja sih Kak?" tanya Quinsa kepada kak Hani yang berdiri di sampingnya.

"Iya dek, pelangi mempunyai warna mejikuhibiniu" jawab Hani sambil terus menatap pelangi indah itu tak berkedip.

"Ih, warna apa itu kak? Quinsa baru tahu" tanya Quinsa lagi.

"Mejikuhibiniu itu singkatan dari tujuh warna Quinsa, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu" kata Rara yang dari tadi mendengarkan pembicaraan Hani dan Quinsa.

"Oo, begitu ya kak Rara, terimakasih penjelasannya ya kak" kata Quinsa.

#30DEM
#30DayEmakMendongeng
#Day28
#TemaWarna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...