Langsung ke konten utama

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.


             Pict.by : @Tatik Faridayani


Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa.

Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya acara tersebut sampai selesai.

               Pict.by : Bu Rosidah

Kupon sengaja dibagikan di tengah-tengah perjalanan dan dirahasiakan tempat pembagiannya agar tidak ada kecurangan yang tak menutup kemungkinan dilakukan oleh para peserta acara jalan sehat itu sendiri. "Biar fair & adil..tak ada kecurangan-kecurangan lagi seperti kejadian-kejadian yang lalu" begitu kira-kira kata Pak Kepala Desa Bondansari pagi itu.


           Pict by: @Diah Renii


Setelah kupon dibagikan di tengah perjalanan, para peserta mendapatkan minuman kemasan dan setelah sampai di garis finish peserta mendapatkan bonus sarapan sego megono dan tempe mendoan, sarapan pagi khas Pekalongan bangett..hehe. Ditutup dengan segelas teh manis hangat yg sudah disediakan oleh panitia lomba.


           Pict.by :@Diah Renii

Setelah itu ada acara pengundian kupon dan para pemenang undian dipersilahkan untuk naik ke atas panggung untuk mengambil hadiah. Beberapa di antara ada warga dari Dukuh Kebonan dan sekitarnya yang mendapatkan doorprize dari panitia lomba.

Para ibu2 PKK se Desa Bondansari juga turut memeriahkan acara lomba yel-yel yang dalam satu grup minimal ada 10 anggota ibu-ibu.

Foto di bawah adalah salah satu performa dari ibu-ibu PKK Dukuh Gendogo ๐Ÿ‘‡

             Pict.by : Bu Tiwi


Para peserta juga dihibur dengan beberapa acara pentas seni tari maupun sumbangan-sumbangan lagu dari beberapa peserta acara jalan sehat berhadiah se Desa Bondansari.

              
                      Pict.by : Bu Tiwi

Performa dari ibu-ibu PKK Dukuh Kebonan๐Ÿ‘‡

                        Pict.by : Bu Rosidah

Penampilan dari dukuh Penggilingan ๐Ÿ‘‡

                       Pict by: Bu Rosidah

Demikian sedikit keseruan acara di Hari Minggu 21 Agustus 2022 di Desa Bondansari Kecamatan Wiradesa. Bagaimana kegiatan di Desa kalian Mama? silahkan dishare jika artikel ini menghibur.

Created by : www.anisamahanani.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...