Langsung ke konten utama

Macam-macam manfaat aloe vera/lidah buaya

Macam-macam manfaat aloe vera/lidah buaya untuk kesehatan maupun kecantikan



Bunda-bunda pasti tak asing lagi ya dengan tanaman yang satu ini. Siapa sihh yang tak kenal dengan si gerigi tajam aloe vera alias lidah buaya. Selain bisa digunakan untuk beberapa product kecantikan, lidah buaya juga bisa digunakan untuk menghentikan aliran darah disaat terluka. Tapi bukan luka yang tak berdarah lohh Bund. Hehe.. 😁

Caranya cukup mudah. Potong lidah buaya dan sayat bagian geriginya dengan pisau, lalu cuci bersih dan bubuhkan pada luka. Niscaya sekitar satu menit darah sudah berhenti.

Kalau dalam bidang kecantikan lidah buaya bisa digunakan sebagai masker wajah. Caranya basuh wajah dengan air dingin, keringkan, lalu setelah itu balurkan gel lidah buaya tersebut ke seluruh permukaan wajah, hindari daerah mata. Diamkan sekitar 15 menit, setelah itu bisa dibilas dengan air dingin. Tapi untuk karakter kulit berminyak seperti saya sepertinya kurang cocok memakai masker dari bahan-bahan dasar nabati. Saya cenderung lebih cocok memakai masker dengan bahan dasar protein hewani seperti putih telur dan susu beruang.

Selain dipakai sebagai masker, lidah buaya juga bisa dimanfaatkan sebagai penyubur rambut juga lohh Bund. Caranya cukup mudah, cukup oleskan gel lidah buaya ke dasar rambut sambil sedikit digosok-gosokkan. Diamkan sekitar 30 menit lalu bilas dengan air bersih. Selamat mencoba.

Lalu jika ada yang bertanya lagi, bisakah lidah buaya dipakai untuk menebalkan alis? jawabannya bisa, asalkan rutin tiap malam anda memakai gel lidah buaya tersebut dan bisa dibilas di pagi harinya. 

Selain itu lidah buaya juga bisa dimanfaatkan untuk kudapan ringan seperti puding/dessart. Caranya bisa dengan mengambil daging buahnya, diiris dadu dan direndam dengan air jeruk nipis/garam.

Bunda bisa lihat di instagram di atas 👆👆 untuk melihat resep puding lidah buaya biji selasih yang dimaksud. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...