Langsung ke konten utama

DAY #5 Kiko yang Suka Menolong

  Kiko yang Suka Menolong

Pada zaman dahulu...
Ada seekor burung merpati putih bernama Kiko. Kiko adalah seekor burung yang baik hati. Dia suka membantu siapapun yang sedang dalam kesulitan.

Suatu hari...
Kiko sedang minum di tepi danau, tiba-tiba dilihatnya seekor semut kecil berteriak minta tolong di tengah danau. Semut itu ada di atas daun yang hanyut terbawa arus sungai.

" Tolong...!!! Tolonglah aku...!!!"
Kata semut kecil memelas.
Kiko segera terbang menghampiri semut kecil di tengah danau. Dia mengambil daun tersebut dan membawanya ke daratan.

" Terimakasih burung merpati, perkenalkan namaku Kiki" kata semut kecil.
" Sama-sama Kiki, namaku Kiko"
Kata Kiko.

Di lain hari...
Kiko sedang terbang rendah mencari biji-bijian di sebuah kebun.
Tiba-tiba ada seorang pemburu mulai mengarahkan moncong senapan ke arah Kiko.

Kiki yang sedang merayap di sebuah ranting pohon segera menjatuhkan diri ke atas kepala pemburu tersebut dan merayap ke arah mata si pemburu. Tepat sedetik sebelum si pemburu menarik pelatuk Kiki telah menggigit mata si pemburu.

" Dhorrr...!!!" suara senapan ke arah langit mengagetkan Kiko. Kiko segera terbang menjauhi si pemburu. Sebelum terbang menjauh, Kiko sempat melihat Kiki melambaikan tangannya ke arah Kiko.

Nyawa Kiko pun terselamatkan karena dahulu telah menolong Kiki.

Pesan moral: jadilah anak yang suka menolong agar kelak ketika kita sedang kesusahan maka akan ada orang lain yang menolong kita.

#30DEM
#30DayEmakMendongeng
#DAY5

Image via wordpress.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...