Langsung ke konten utama

DAY #2 AKU ANAK MANDIRI

  Aku Anak Mandiri

Suatu pagi yang cerah, Umma sedang menyiapkan sarapan pagi.
Kakak Hani dan adik Quinsa sedang bermain di halaman rumah.

Kemudian Umma memanggil mereka berdua..

"Kakak Hani, adik Quinsa.. Yuk kita sarapan dulu..makanan sudah siap..jangan lupa mencuci kedua tangan kalian yaa.."

Adik Quinsa menjawab "Iya ma, tapi adik Quinsa mau disuapin ya ma.." kata Quinsa sambil mengikuti kakak Hani yang sedang mencuci tangan.

Umma berkata "Lho..kok disuapin..makan sendiri dong sayang,,
lihat tuhh, kak Hani sudah bisa makan sendiri..adik pasti bisa makan sendiri.." kata ibu.

"Tapi adik maunya disuapin Umma.." kata Quinsa lagi.
"Yahhh, maaf yaa sayang..Umma masih repot belum menyapu dan mencuci piring..Umma juga belum mandi.."

Akhirnya adik Quinsa mau makan sendiri. Umma mengingatkan" Jangan lupa kalau makan baca basmalah dulu ya nak, setelah makan juga jangan lupa berdoa."
Quinsa pun membaca doa sebelum makan.. "Bismillaah, yang artinya dengan menyebut nama Allah"
Setelah makan Quinsa berdoa
"Alhamdulillaahi ath'amanaa wasaqoonaa waja'alanaa muslimiin, yang artinya segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan dan minuman kepada kami dan menjadikan kami golongan orang-orang Islam"

Kemudian Umma memuji kakak Hani dan adik Quinsa yang sudah bisa makan sendiri.

Pesan dari dongeng: Jadilah anak yang mandiri sehingga bisa membantu kerepotan orang tua.

#30DEM
#30DayEmakMendongeng
#Day2

Image via youtube.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...