Langsung ke konten utama

BERCOCOK TANAM

Hari ini saya membersamai kakak Hani sama adik Quinsa untuk belajar menanam tanaman di dal pot. Tanaman yang saya pilih adalah tanaman jenis bumbu dapur, buah- buahan dan tanaman hias.
Untuk bumbu ada bibit tanaman cabai dan bawang merah, untuk tanaman hias ada lidah buaya, epor bia, dan kamboja. Untuk pohon buah-buahan ada bibit pohon jambu dan pohon jeruk keprok.

Mulai dari persiapan tanah, saya mengajak Hani dan Quinsa untuk menyampurkan tanah dengan pasir dan memasukkannya ke dalam pot.
Saya amati Hani tidak memasukkan seluruh tanaman ke dalam pot. Malahan daun-daunnya yang dipretelin dan ditancap-tancapkan ke dalam timbunan tanah dalam pot, hihiii..
Tak apalahh..namanya juga belajar..
Setelah semua bibit siap, maka kami memasukkannya ke dalam pot yang telah kami isi dengan tanah,
Oiya, sambil memasukkan tanah ke dalam pot Hani dan Quinsapun sambil ngemil makan buah duku, saya ingatkan agar mereka selalu rajin mencuci tangan sebelum makan.

Setelah semua bibit tanaman masuk ke dalam pot, kami menatanya berjejer di depan halaman rumah.

Daaan tarrraaaaa..

Seperti inilah hasil uprekan bercocok tanam kami bertiga, hihi..
Meski belum profesional seperti para penjual bunga dalam pot, aktivitas ini sudah cukup untuk menjadi dokumentasi hasil belajar menanam tanaman dalam pot kami hari ini.

#Homeschoolingmandiri
#Unschooling

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...