Langsung ke konten utama

GRATITUDE JOURNAL ON MAY 2018

Jurnal Rasa Syukurku pada Bulan Mei 2018

Alhamdulillah bulan Mei adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh para peserta Matrikulasi batch #5 yaitu moment kelulusan.

Setelah mengerjakan NHW selama 9 pekan, kini saatnya para peserta Matrikulasi memilih dua jurusan yang paling disukai.

Rasa syukurku yang pertama ialah aku bisa bergabung dengan rumah belajar literasi media dan rumah belajar design. Meskipun aku masih amat sangat newbie di dunia literasi apalagi design. Aku bersyukur bisa belajar dengan para suhu blogger dan suhu design.

Yang kedua rasa syukurku adalah alhamdulillah Hani dan Quinsa sampai saat ini masih dalam keadaan sehat dan ceria. Beberapa hari kemarin badan Quinsa sempat agak hangat. Pun aku khawatir suhu tubuhnya akan naik. Tapi ternyata setelah aku ajak jalan-jalan ke perpustakaan daerah di Kajen dan minum es kelapa muda ternyata suhu tubuh Quinsa kembali normal (dengan catatan es nya hanya sedikit, jika kebanyakan malah bisa memicu demam).

Yang ketiga aku bersyukur alhamdulillah karena masih diberi kepercayaan untuk mendampingi seorang laki-laki sholeh yang sekarang menjadi suamiku. Seorang suami yang membuatku bersemangat untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan banyak kemanfaatan untuk orang lain.

Yang ke empat aku bersyukur alhamdulillah masih bisa membelikan baju-baju baru untuk Hani dan Quinsa meskipun aku harus berkeliling memeriksa pricelist mencari harga yang paling murah di toko. Akupun amat bersyukur bahwa dari hasil incomeku membuka usaha laundry dirumah bisa memberikan keberkahan bagi banyak pihak.

Yang kelima di malam ini aku amat bersyukur dengan derasnya hujan yang jatuh membasahi bumi. Hujan yang tidak kujumpai pada beberapa hari terakhir kini hadir kembali. Jadi ingat puisi Merindu Hujannya mbak Hessa Kartika nih 😁.

"Allahumma shoyyiban naafi'an"
"Yaa Allah berikanlah hujan yang bermanfaat bagi kami"
HR.Bukhari

Diikutkan dalam May's Challenge on Gratitude Journal rumbel literasi media Ibu Profesional Semarang


www.ibuprofesionalsemarang.com

#Gebyarliterasimedia
#Gratitudejournal
#Mei2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Acara Jalan Sehat Desa Bondansari, Wiradesa 21 Agustus 2022

Dalam rangka acara memperingati hari lahirnya Indonesia Raya yang ke 77 pada hari Minggu 21 Agustus 2022, pada pukul 07.00 WIB pagi hari sekitar 1.500 warga Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan-Jawa Tengah ikut memeriahkan acara jalan sehat yg rutenya dimulai dari Balaidesa Bondansari lurus ke arah selatan menuju arah Dukuh Gendogo lalu belok ke arah timur melewati dukun Penggilingan, Bondan, serta Kebonan lalu kembali lagi di depan balaidesa sebagai garis finish acara jalan sehat berhadiah di pagi itu.              Pict.by : @Tatik Faridayani Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak kepala desa Bondansari dan di tengah-tengah acara ada sambutan juga dari Bapak Camat Wiradesa. Warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Beberapa di antaranya ada sesepuh-sesepuh Desa Bondansari yang turut memeriahkan acara tersebut. Walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun beliau-beliau tetap semangat dan tetap mengikuti jalannya...

Empire KMCA & 30 DEM

Mengajarkan Anak untuk Makan dengan Tenang, Tidak sambil Bermain             Oleh: Annisa Mahanani Sejak Quinsa berusia sekitar dua tahun, saya sudah membelikan meja dan kursi berkarakter hello kitty . Tujuannya supaya Quinsa memakan makanannya sendiri dengan tenang di tempat duduknya. Namun, setiap kali makan di kursi tersebut, Quinsa kelihatan tidak betah. Selalu bergerak dan ingin melompat. Kalau tidak dituruti, Quinsa akan menangis, bahkan tidak mau makan. Hingga usianya 3 tahun, Quinsa masih belum bisa makan dengan tenang di meja makan. Itulah sebabnya, hampir setiap kali makan, saya harus menyiapkan tenaga ekstra utuk meladeni Quinsa makan. Padahal bermacam cara sudah saya lakukan agar putri kedua saya ini mau makan di meja makan. Namun, susahnya minta ampun. Bagaimana ya caranya mengajarkan anak supaya makan dengan baik? Saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini melalui buku Ayah Edi Menjawab. Begini jawaban b...

NICE HOMEWORK # 1

    Q & A 1.Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini? Ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan ini adalah ilmu tentang perhomeschoolingan, mengingat anak pertama saya adalah pengidap virus CMV(Cytomegalovirus) yang mana di usia 6 tahun dia terdiagnosis menderita gangguan developmental delayed sehingga belum bisa mengikuti kurikulum di sekolah reguler. 2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut? Alasan terkuat saya adalah dahulu saat saya masih rutin mengantar anak saya untuk terapi wicara, oleh terapis wicaranya disarankan supaya homeschooling saja, walaupun di desa tempat saya tinggal saat ini sependek pengetahuan saya masih belum ada satupun praktisi homeschooling yang saya kenal.Inilah yang menjadi alasan terkuat saya, saya ingin bertemu langsung dengan ibu Septi Peni Wulandani sebagai praktisi senior homeschooling, meminta ilmu sekaligus petuah beliau. Sekaligus mengupgrade ...